I.
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Batimetri (dari bahasa Yunani: βαθυς, berarti
"kedalaman", dan μετρον, berarti "ukuran") adalah ilmu yang
mempelajari kedalaman di bawah air dan studi tentang tiga dimensi lantai
samudra atau danau. Sebuah peta
batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan garis-garis
kontur (contour lines) yang disebut kontur kedalaman (depth contours
atau isobath), dan dapat memiliki informasi tambahan berupa informasi
navigasi permukaan.
Awalnya, batimetri mengacu kepada pengukuran kedalaman samudra. Teknik-teknik awal batimetri
menggunakan tali berat terukur atau kabel yang
diturunkan dari sisi kapal. Keterbatasan utama teknik ini adalah hanya dapat
melakukan satu pengukuran dalam satu waktu sehingga dianggap tidak efisien.
Teknik tersebut juga menjadi subjek terhadap pergerakan kapal dan arus.
batimetri sangat diperlukan untuk pengembangan pelabuhan untuk memperkirakan
kedalaman laut sehingga memungkinkan kapal-kapal besar untuk bersandar.
Pada mulanya, pengukuran batimetri dilakukan dengan menurunkan tali
atau kabel hingga ke dasar laut dengan menggunakan kapal. Namun, teknik ini
hanya mengukur titik kedalaman secara singular dalam satu waktu sehingga kurang
efisien. Pada era modern, pengukuran batimetri bisa dilakukan dengan
echosounding (sonar), yang dipasang di sisi dari suatu kapal kemudian gelombang
dipancarkan. Waktu tempuh dari gelombang yang dipancarkan dari permukaan, kemudian
dipantulkan oleh dasar laut kemudian diterima kembali dipermukaan digunakan
untuk mengalkulasi kedalaman dari laut yang diukur.
2.
Tujuan
Tujuan dari pegamatan dan pengambilan data batimetri adalah
menunjukan visualisasi dari kontur kedalaman perairan Muara Tawar, Bekasi.
II.
Metodologi
- Alat dan bahan
Laptop, echosounder GPS map585, perahu, accu, tali tis, life
jacket, karet ban, bambu, dan alat tulis.
- Waktu dan tempat
Pengambilan data batimetri dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2019 di daerah perairan Muara Tawar, Kec Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat. Berikut merupakan peta wilayah pengambilan data batimetri.
3. Metode Pengambilan Data
Berikut adalah prosedur kerja yang dilakukan dalam pengambilan data
batimetri
Penentuan dan pembuatan perencanaan tracking (jalur sounding) dan
rencana atau desain survey batimetri (paralel transek atau triangular transek)
kemudian transfer ke dalam memory alat (GPSMap 585). Jalur sounding adalah
jalur perjalanan kapal yang melakukan sounding dari titik awal sampai ke
titik akhir dari kawasan survei. Jarak antar jalur sounding tergantung
pada resolusi ketelitian yang diinginkan.
Titik awal dan akhir untuk tiap jalur sounding dicatat dan kemudian
diinput ke dalam alat pengukur yang dilengkapi dengan fasilitas GPS,
untuk dijadikan acuan lintasan perahu sepanjang jalur sounding. Ketahui
panjang dan lebar tracking kapal (panjang transek), kecepatan kapal, dan durasi
waktu tracking. Panjang transek yang telah dibuat di aplikasi seperti Map
source dan Google Earth, kecepatan kapal biasanya 3-5 knot dan durasi waktu
tracking sekitar 30-45 menit. Siapkan sarana dan instalasi alat yang akan
digunakan untuk survey batimetri
Peralatan survei yang diperlukan pada pengukuran batimetri
diantaranya : Echo Sounder GPSMap, perahu, karet ban, bambu, kabel tis,
accu, alat tulis, dan life jacket.
Melakukan percobaan terlebih dahulu (pemanasan) untuk memastikan
peralatan survey siap guna. Ada baiknya pada hari sebelum survey sebenarnya
dilaksanakan, diadakan pemanasan dan pengenalan wilayah survey guna memastikan
kemantapan peralatan untuk digunakan. Membuat lembar kerja (log book) yang
sesuai dengan Badan Standar Nasional. Pembuatan lembar kerja sebaiknya
disiapkan sebelum berada di tempat pengambilan data, dan format harus
disesuaikan dengan Badan Standar Nasional, agar data yang dibutuhkan tercakup
dalam lembar kerja tersebut.
Melakukan check data sebelum dan sesudah pengambilan data. Pastikan
data yang dibutuhkan sudah semua terambil sebelum meninggalkan wilayah survey,
sehingga tidak ada pengulangan yang tidak dibutuhkan dan menyita waktu
kedepannya.
Extract data yang didapat dari GPSMap 585 dengan memindahkan memori dari GPSMap 585 kedalam memori komputer dengan mentransferkannya.
Olah data dengan memakai data koordinat dan kedalaman hasil tracking
lalu pisahkan menjadi 3 kolom: latitude, longitude, dan kedalaman
(sesuai susunan dalam penentuan batimetri dengan Surfer 15). Olah
menggunakan aplikasi pengolah data batimetri seperti surfer sehingga tersaji peta
batimetri.
- Metode Analisis Data
Analisis data batimetri dengan mengolah data yang didapat dari hasil survey lapang kedalam computer dengan menggunakan beberapa aplikasi.Pertama extract data dari alat kedalam Ms. Excel. Kemudian olah di aplikasi Surfer 15. Buat lembar kerja baru (New Worksheet). Salin (Copy) data batimetri dari Ms. Excel ke sheet tersebut dengan terlebih dahulu mengetahui kolom x sebagai lintang, y sebagai bujur, dan z sebagai kedalaman. Pada baris pertama dalam sheet dikosongkan untuk menulis jumlah data yang dimiliki dan sedang diolah. Grid data yang ada dalam sheet tersebut.
Lokasi survey dapat diketahui dengan menyesuaikan SHP Indo Full. Pilih Map à New àBase map dan masukkan data SHP Indo Full yang dimiliki kemudian sesuaikan dengan hasil kontur dari data yang telah di grid sebelumnya ( NewCountour Map). Selanjutnya overlay peta tersebut dan akan didapat lokasi survey batimetri yang telah dilaksanakan. Beri warna pada kontur batimetri yang telah didapat agar lebih menarik dan terlihat perbedaannya di setiap kedalaman. Sempurnakan dengan memberi keterangan-keterangan tambahan seperti satuan meter untuk kedalaman
I.
Hasil dan Pembahasan
1. 1. Hasil
Model batimetri perairan Muara Tawar 2D
1.
Pembahasan
Hasil perekaman data batimetri di perairan Muara Tawar memiliki
kedalaman kisaran 0-2 meter. Model batimetri 2D dan 3D pada gambar di atas
menggunakan metode contur(batimetri) dan 3D surface(batimetri) pada software
surver 15. Berdasarkan hasil pemetaan batimetri terdapat perbedaan kedalaman
dengan keterangan warna. Perairan Muara Tawar adalah perairan dangkal yang
kemungkinan besar dasar lautnya adalah lumpur.
Kesimpulan dan
saran
- Kesimpulan
Berdasarkan survey batimetri yang telah dilakukan di sekitaran
perairan Muara Tawar, diperoleh profil batimetri perairan muara tawar dengan
kedalaman yang cukup variatif. Bagian yang mendekati dermaga cukup dangkal
sekitar 1 meter, sedangkan dekat keramba itu agak dalam kisaran 1-2 meter.
- Saran
Perlu dilakukannya monitoring pemetaan batimetri di Muara Tawar
untuk mengetahui pengaruh laju sedimentasi maupun laju abrasi untuk terjaganya
kondisi di Muara Tawar.





seneng sekali aku jdi tau
BalasHapusseneng sekali aku jdi tahu
BalasHapuswaww kerenn, sangat informatif
BalasHapusWah mantap materinya, informasinya sangat membantu
BalasHapusMantapp. Semangat terus bikin kontennya Bangg
BalasHapus